Jl. Al Khairiyah, Mustikajaya, Bekasi +62 811 1914 146 info@alfathambulance.com

Tim SAR adalah sebuah tim yang memiliki tugas mulia dan membantu dalam menangani beberapa bencana ataupun musibah lainnya. Dalam perjalanan menjalankan tugasnya, Tim SAR mengalami perkembangan yang cukup kompleks.

Dari mulai nama hingga tugas pokoknya mengalami perkembangan dengan seiring berjalannya waktu. Di Indonesia sendiri telah ada Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2016 yang mengatur keberadaan Tim SAR ini. Informasi lengkap mengenai Tim SAR bisa didapatkan dari artikel ini.

Benarkah Tim SAR adalah Basarnas?

Banyak masyarakat Indonesia yang lebih mengenal istilah Tim SAR daripada Basarnas. Sehingga muncullah pertanyaan mengenai keberadaan Basarnas dan Tim SAR. Dimana banyak orang masih bingung apakah Tim SAR adalah Basarnas?

Supaya tidak bingung dalam memahami istilah tersebut, maka kamu perlu mengetahui terlebih dahulu sejarah dari terbentuknya Tim SAR ini. Dimana sebelum tahun 1950 Indonesia belum mempunyai organisasi SAR, sehingga disebutlah Indonesia sebagai ‘Black Area’.

Istilah ‘Black Area’ tersebut disematkan pada negara yang belum memiliki organisasi SAR. Karena Indonesia pada saat itu belum memiliki, maka disematkanlah istilah tersebut. Hingga akhirnya Indonesia masuk dalam organisasi ICAO (International Civil Aviation Organization).

Dimana salah satu syarat bergabungnya suatu negara dengan organisasi tersebut adalah dengan membuat Tim SAR. Untuk lebih jelasnya, runtutan sejarah Tim SAR adalah sebagai berikut.

  • Pada tahun 1950 Indonesia mulai masuk di organisasi ICAO dan diwajibkan untuk membentuk Tim SAR.
  • SAR didirikan di Indonesia dengan dasar hukum yang sangat jelas. Dimana ada Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 1955 mengenai Penetapan Dewan Penerbangan untuk segera membentuk SAR.
  • Tidak lama setelah itu, Indonesia juga menjadi anggota dari organisasi internasional lainnya yaitu IMO (International Maritime Organization). Adanya langkah ini, membuat Tim SAR di Indoensia menjadi mendapatkan perhatian tersendiri.
  • Tahun 1968 telah ditetapkan Keputusan Menteri Perhubungan dengan Nomor T.20/1/2-4 tentang pembentukan Tim SAR lokal. Dimana wilayah lokal yang dimaksud adalah Jakarta dengan pengawasan di bawah Direktorat Perhubungan Udara.
  • Adanya pembentukan Tim SAR lokal tersebutlah yang selanjutnya menjadi cikal bakal berdirinya Basarnas di Indonesia.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Tim SAR bisa disebut juga Basarnas. Karena pada awal mulanya terbentuknya Basarnas adalah adanya pembentukan Tim SAR.

Tugas Pokok Tim SAR

Sebagaimana diketahui bahwa Tim SAR adalah singkatan dari Search and Rescue. Sehingga dalam menjalankan tugasnya juga tidak akan jauh-jauh dalam bidang rescue. Untuk lebih jelasnya, tugas Tim SAR adalah sebagai berikut.

1.       Menyusun dan Menetapkan Prosedur Pertolongan

Berdasarkan penjelasan yang ada pada laman basarnas.go.id telah dijelaskan bahwa tugas yang akan dilakukan Basarnas adalah menyusun dan menetapkan. Penyusunan dan penetapan yang dimaksud adalah mengenai prosedur, norma dan standar dalam melakukan pertolongan ataupun pencarian.

2.       Buat Pedoman dan Pengarahan

Tidak hanya melakukan penyusunan dan penetapan saja yang perlu dilakukan Basarnas. Supaya memudahkan dalam pelaksanaan tugas yang telah ditetapkan, maka Basarnas juga perlu melakukan pembuatan pedoman dan juga pengarahan.

Hal tersebut perlu dilakukan agar proses pencarian dan pertolongan yang dilakukan bisa memberikan hasil maksimal. Selain itu, adanya pedoman tersebut juga akan memberikan kemudahan dalam menjalankan tugasnya.

3.       Standarisasi Sesuai Perpu

Pembentukan Basarnas telah ditetapkan dalam Peraturan Perundangan, maka dalam membuat standarisasai pelaksanaan juga harus dibuat sesuai Perpu tersebut. Karena bagaimanapun Perpu yang telah dibuat harus dijadikan landasan dalam pengaturan tugas Basarnas.

4.       Koordinasi

Dalam menjalankan tugasnya, Basarnas tidak bisa melakukannya secara mandiri. Ada kalanya tim ini juga membutuhkan bantuan tim lainnya dengan kemampuan lainnya. Apalagi jika medan yang dilalui cukup luas, maka perlu dilakukan koordinasi dengan berbagai lembaga dalam menjalankan tugasnya.

5.       Buat Sistem Informasi dan Komunikasi

Sebagai lembaga yang dibuat untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Maka, Basarnas harus memiliki jembatan untuk melakukan tugasnya tersebut. Untuk itu, Basarnas juga perlu membuat sistem informasi dan komunikasi.

Dimana dengan adanya informasi dan komunikasi tersebut akan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Selain itu, Basarnas juga akan lebih mudah dalam mendeteksi keberadaan masyarakat yang membutuhkan jika ada sistem tersebut.

6.       Melakukan Pembinaan

Pembinaan juga menjadi salah satu tugas Basarnas yang perlu untuk dilakukan. Dimana dengan adanya pembinaan ini akan lebih membantu Tim Basarnas dalam menjalankan tugasnya. Karena dengan adanya pembinaan, maka akan banyak orang yang juga tahu cara melakukan SAR.

Sehingga proses Search and Rescue yang dilakukan akan lebih cepat terlaksana dan bisa segera diselesaikan. Pencarian akan menjadi lebih ringan dan masyarakat akan merasa terbantu dengan adanya pembinaan tersebut.

itulah beberapa tugas yang perlu dilakukan Basarnas ataupun Tim SAR. Untuk fungsi yang harus dilakukan juga tidak jauh berbeda dengan tugasnya. Lebih jelasnya, berikut ini adalah penjelasan mengenai fungsi dari Basarnas.

Fungsi dari Basarnas

Ada banyak fungsi yang dimiliki lembaga Basarnas ini. Dimana fungsi tersebut juga telah diatur dalam Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia No. 8 Tahun 2020. Isi pokok fungsi yang dimiliki oleh lembaga tersebut adalah sebagai berikut.

1.       Perumusan dan Penetapan

Fungsi pertama yang dimilki oleh lembaga ini adalah melakukan perumusan dan penetapan dalam segala hal berkaitan dengan SAR. Dari mulai prosedur, pedoman dan pelatihan harus dirumuskan dan ditetapkan oleh Tim SAR.

2.       Koordinasi

Sama halnya dengan tugas yang harus dilakukan, salah satu fungsi dari Basarnas adalah melakukan koordinasi. Fungsi ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan komunikasi antara lembaga satu dengan lainnya.

3.       Pelayanan Informasi

Sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang sosial, maka pelayanan informasi menjadi fungsi yang penting dalam Basarnas. Adanya pelayanan informasi ini akan memudahkan masyarakat dalam meminta bantuan.

Berdasarkan penjelasan mengenai Basarnas atau Tim SAR diatas bisa diambil banyak informasi. Dimana Tim SAR adalah bagian dari sejarah Basarnas dengan tugas dan fungsi yang sama dan disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhannya.

Leave a Reply